Pasar Global Pangan Halal Meningkat Pesat

Pasar Global Pangan Halal Meningkat Pesat

Nadya - detikFinance
Jumat, 19 Okt 2012 15:42 WIB
Pasar Global Pangan Halal Meningkat Pesat
Foto: Dok. detikFinance
Bogor -

Kebutuhan pangan halal secara global ternyata semakin membesar, tidak hanya untuk umat muslim, tapi juga non muslim. Karena itu, wajar bila pasar global pangan halal semakin meningkat dari tahun ke tahun.

"Pasar halal global sendiri dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan dari US$ 587,2 miliar pada 2009 menjadi US$ 651,15 miliar di tahun 2010," kata Presiden World Halal Food Council Lukmanul Hakim dalam seminar internasional 'Halal is a New Frontier for Global Trading' di kampus Universitas Djuanda Bogor, Jumat (19/10/2012).

Selain Lukmanul, sebagai pembicara dalam seminar ini adalah Dr. Winai Dahlan (direktur Halal Science Centre Chulalongkorn University, Thailand) dan Doni Wibisono (Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia/GPPMMI). Seminar internasional ini digelar bersamaan dengan pembukaan Fakultas Imu Pangan Halal Universitas Djuanda dan Halal Science Centre oleh Rektor Universitas Djuanda Dr. H. Martin Roestamy, SH. MH.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Lukmanul, paradigma tentang makanan kini semakin bergeser pada makanan bergizi dan berkualitas. "Makanan halal masuk pada syarat tersebut, sehingga tidak hanya dicari oleh umat Islam, tetapi umat lainnya," ujar Lukmanul.

Pasar halal global sendiri dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan signifikan. "Karena itu, ini saatnya umat Islam bukan lagi sebagai objek, tetapi juga sebagai pelaku dalam pasar global ini," ungkap Lukmanul.

Doni Wibisono dari GAPMMI mengungkapkan bahwa halal bukanlah sesuatu hal yang baru dalam perdagangan global. Menurut dia, status halal merupakan hal yang sangat penting.

"Hal ini sangat penting karena persyaratan halal tidak hanya saja dibutuhkan untuk melayani umat muslim yang jumlahnya pun sangat besar, tetapi juga umat lainnya, yang hal ini pula akan semakin memperbesar market," kata Doni.

Sementara Winai Dahlan mengatakan halal merupakan perintah pertama yang diturunkan oleh Allah SWT, yaitu pada saat Adam dilarang untuk memakan buah khuldi. Perintah memakan makanan halal pun tidak hanya dibatasi pada umat muslim, tapi seluruh umat manusia.

"Karena itu, kita harus bekerja keras untuk mencetak para ilmuwan halal. Tidak hanya makanan tentu saja, tetapi mencakup pula ekonomi (termasuk standar di dalamnya), infrastruktur, dan lain lain," kata ilmuwan Chulalangkorn University, yang merupakan cucu pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan ini.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads