Ribut Outsourcing, Pabrik Sepatu Italia Tak Gaji Buruh Selama 2 Minggu

Ribut Outsourcing, Pabrik Sepatu Italia Tak Gaji Buruh Selama 2 Minggu

- detikFinance
Selasa, 30 Okt 2012 15:11 WIB
Ribut Outsourcing, Pabrik Sepatu Italia Tak Gaji Buruh Selama 2 Minggu
ilustrasi
Jakarta - Keinginan pabrik sepatu asal Italia yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat untuk segera cabut dari Indonesia sudah hampir bulat. Pabrik tersebut sudah tak produksi hampir 3 minggu karena didemo buruh soal outsourcing. Mereka pun sudah tidak menggaji pekerjanya selama 2 minggu.

Anggota Sektor & Bidang Advokasi & Kebijakan Publik, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Endang Susilowati mengatakan perusahaan sepatu asal Italia tersebut sudah tidak tahan beroperasi di Indonesia.

"Ini karena hampir 3 minggu pabrik mereka di Purwakarta diduduki para pendemo outsourcing, sehingga baik pegawai dan kendaraan tidak bisa masuk ke lokasi pabrik dan menghentikan aktivitas produksi sepatu," kata Endang ketika ditemui di Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Selasa (30/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Endang, akibatnya perusahaan mengeluarkan kebijakan untuk tidak memberi upah selama dua minggu atau hingga 2 November dengan alasan Force majeure (di luar kendali) .

"Awalnya kebijakan tidak memberi upah tersebut hanya 1 minggu, tapi karena masih diduduki pabrik mereka diperpanjang jadi dua minggu hingga 2 November 2012," ujar Endang.

Akibatnya hampir 800 pekerja di pabrik sepatu tersebut tidak mendapatkan upah dan mengancam 2.000 pekarja lainnya yang bekerja di vendor tersebut.

"Karena investor mereka memutuskan untuk cabut akhir tahun ini dan merelokasi pabrik mereka ke Bangladesh, kami berusaha untuk menahan mereka, dan meminta diberi waktu satu bulan lagi untuk selesaikan masalah ini," tambah Endang.

Pasalnya, hingga sampai saat ini pendemo masih menduduki pabrik mereka. "Lapor polisi , polisinya tidak bisa buat apa-apa, tenda mereka yang di luar sekarang malah masuk ke dalam halaman pabrik, tiap hari 200 orang lebih yang demo, seperti bergantian dari kalangan Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI)," ungkap Endang.

Selain itu, ada lagi perusahaan yang bernasib sama adalah perusahaan kabel, akhir tahun juga sama dengan pabrik sepatu Italia akan memutuskan merelokasi pabrik mereka ke negara lain.

"Ada lagi 8 perusahaan yang mau angkat kaki lagi dari Indonesia, ini kacau sampai itu terjadi, berapa ribu pekerja yang bakal menganggur, image Indonesia bagaimana dengan cabutnya investor-investor ini, kita juga kan yang rugi," tandasnya.


(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads