"Produk China tidak serendah itu, kita punya 3 golongan produk," tegas Direktur Managing China Council for the Promotion of International Trade Machinery SubCouncil (CCPIT) Wang Shuobo kepada detikFinance saat ditemui di kawasan Kemayoran, Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Tiga golongan yang dimaksud adalah kelas high (tinggi), medium (menengah), dan low (rendah). Wang meminta setiap pembeli harus mengetahui 3 golongan yang dimaksud itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China memang memiliki standar kualitas tersendiri dalam negerinya. Pernyataan produk China murah tetapi rendah tetap dianggap sebagai sesuatu yang tidak benar.
"Sekali lagi saya mengatakan, itu tidak benar. China punya standar kualitas tersendiri yang tidak kalah beda dengan Jepang maupun Eropa. Yang penting saat membeli adalah lihat kualitas, apakah itu high, medium, atau low," tutupnya.
Di tempat yang sama, Vice Secretary General China Construction Machinery Association (CCMA) Jiang Lin mengatakan, saat ini industri alat berat China sedang terhantam imbas krisis ekonomi global. Penjualan alat berat turun.
"Kami (industri konstruksi China) kena dampak dari krisis ekonomi global," kata Lin.
Dikatakan oleh Lin, penjualan alat-alat berat seperti loader menurun hingga 28,1%, excavator menurun 37,1%. Penjualan komponen alat-alat industri juga menurun 7,31% dan roller juga turun hingga 40,7%.
"Kami berharap ini berlangsung tidak terlalu lama agar penjualan kami kembali pada jalur yang positif dan meningkat di akhir tahun 2012," tuturnya.
China tetap akan menduduki peringkat atas dunia sebagai produsen alat-alat berat dan konstruksi bangunan hingga 3 tahun ke depan. Menurut laporan British Contruction Machinery , di 2010 China menduduki peringkat pertama produsen dalam katagori penyediaan produk, dan laba usaha terbesar. Ke depan China tetap akan menggenjot penjualan alat berat di 2013 hingga US$ 23 miliar.
"Kami di China mempunyai 1.400 perusahaan skala besar dan juga perusahaan yang mempunya profit margin di atas 71,5%. Tahun 2013 China akan meningkatkan penjualan secara rasional mencapai US$ 23 miliar," cetus Lin.
(/)










































