Kalangan pengusaha mengeluhkan tindakan buruh saat ini sudah mengarah kriminal antaralain pengrusakan fasilitas pabrik atau perusahaan dan penganiayaan.
Koordinator Forum Komunikasi Asosiasi Nasional Franky Sibarani mengaku pihaknya melihat aktivitas demo buruh sudah sangat merugikan perusahaan dan telah di luar batas normal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan mempertimbangkan untuk melakukan lockout nasional apabila hukum tidak bisa ditegakkan," kata Franky di kantor Asosiasi Pengusaha Tekstil (API) di Gedung Adhi Graha, Jl. Jend. Gatot Subroto Jakarta, Jumat (2/11/2012).
Selain itu, menurutnya aktivitas anarkis para buruh, malah tidak mendapatkan respons dari aparat keamanan itu terkesan dibiarkan.
"Keadaan ini telah mengakibatkan terjadinya konflik horisontal antara pendemo dengan pekerja industri yang ingin mempertahankan pekerjaannya dan masyarakat sekitar yang terganggu hak-hak sipilnya," tambahnya.
Selain itu, tambah Franky akibat aksi demo yang dinilainya sebagai insenden terburuk dalam sejarah hubungan industrial telah menggangu berbagai rencana usaha dan investasi
"Ada keinginan memperluas investasi tertunda. Penambahan kapasitas tidak dilakukan, relokasi pabrik tentu di Jateng dan Jatim meski bukan di sentra industri," tuturnya.
Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton J Supit menegaskan penghentian aktivitas usaha atau pabrik akan dilakukan karena aduan tentang demo anarkis buruh tidak ditanggapi oleh aparat keamanan.
"Lock out, keadaan sudah tidak berdaya, melaporkan ke aparat tidak ditanggapi, kita memakai hak-hak yang diakui UU. Dengan kegiatan demo, pabrik sepatu rugi Rp 5 miliar per hari," papar Anton.
(feb/hen)











































