Sekjen Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Franky Sibarani mengaku pengusaha saat ini masih dihantui oleh berbagai pungutan liar (pungli) untuk mengurus berbagai perizinan di pusat maupun daerah.
"Pungli, masih asal perizinan ada potensi pungli, karena harus izin. Itu menyumbang 13%, total biaya di Indonesia," tutur Franky di kantor API Gedung Adhi Graha, jl. Jend. Gatot Subroto Jakarta, Jumat (2/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Transportasi (infrastruktur) yang high cost tinggi, ongkos transport kontainer dari pelabuhan ke pabrik kalau di Indonesia dengan ongkos sama bisa. 1 rate, kalau di vietnam bisa 2 rate dan 3 rate. Kalau diluar mereka bisa hemat US$ 2 juta dolar," sebut Anton.
Demo Buruh, Pungli dan Infrastruktur Minim Membuat Pengusaha Resah
(hen/hen)











































