Direktur Utama AALI, Santoso mengatakan luas perkebunannya ini setara dengan 4 kali negara Singapura yang hanya seluas 69.000 hektar.
"Bisnis kita sederhana, saat ini mengoperasikan 269.000 hektar lahan kelapa sawit. Itu sama dengan 4 kali Singapura kita isi sawit semua, nggak ada gedungnya," kelakar Santoso di acara Workshop Wartawan Pasar Modal 2012 di Hotel Luxton, Bandung, Jumat (2/11/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh perkebunan yang dimiliki perseroan dan petani ini tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Sebagian besar terpusat di wilayah Kalimantan, sisanya tersebar di Sumatera dan Sulawesi.
Santoso optimistis, bisnis perkebunan kelapa sawit di dunia akan terus meningkat. Alasannya sangat sederhana, setiap tahun akan ada tambahan 3 juta ton minyak nabati yang diproduksi, atau setara dengan 1 juta hektar lahan perkebunan kelapa sawit.
"Kami merasa yakin kalau ke depan, bahwa minyak nabati Indonesia kan meningkat. Setiap tahun di dunia ini ada 1 negara Jerman, dan itu ekuivalen menjadi 3 juta ton minyak nabati. Kalau dikonversikan ke kebun 1 juta hektar per tahun," katanya.
Terkait kondisi yang terjadi di Indonesia. Ia menyayangkan, potensi lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia semakin menipis.
(zul/hen)











































