Pasar Ekspor Batubara Eropa Lesu, Ribuan Pekerja Tambang Terancam Kena PHK

Pasar Ekspor Batubara Eropa Lesu, Ribuan Pekerja Tambang Terancam Kena PHK

Robert - detikFinance
Senin, 05 Nov 2012 15:08 WIB
Pasar Ekspor Batubara Eropa Lesu, Ribuan Pekerja Tambang Terancam Kena PHK
Ilustrasi Foto: dok detikFinance
Samarinda -

Turunnya harga batubara disertai krisis di Uni Eropa yang menjadi tujuan ekspor, membuat pekerja tambang emas hitam itu terancam kehilangan pekerjaan.

"Krisis Eropa dan penurunan harga batubara yang belum menentu kapan teratasi, bisa berbulan-bulan ke depan, bukan tidak mungkin terjadi PHK," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Batubara Samarinda, Eko Priatno, kepada detikFinance, Senin (5/11/2012).

Menurut Eko, pekerja tambang batubara terdiri dari perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dahulu bernama izin KP (Kuasa Pertambangan) serta kontraktor pertambangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penurunan harga batubara dan lesunya pasar ekspor negara-negara Eropa, sambung Eko, saat ini berimbas pada penurunan produksi sehingga menyebabkan beberapa perusahaan tambang mulai goyah.

"Pasar lesu, perusahaan harus menurunkan produksi karena produksi tergantung pemesanan. Juga termasuk kontraktor pertambangan, mengurangi jam kerja peralatan mereka," ujar Eko.

"Sekarang ada penyesuaian jam kerja, pengurangan jam kerja pekerja. Itu tadi, kalau kondisi ini terus berkelanjutan, bisa jadi nanti akan merumahkan karyawan," tambahnya.

Eko juga menjelaskan, saat ini juga beberapa perusahaan tengah berkonsultasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Samarinda, terkait kesulitan yang tengah dialami perusahaan tambang batubara, khususnya di Samarinda saat ini.

"Ada yang sudah berkonsultasi 1-2 perusahaan ke Disnaker, terkait rencana itu (merumahkan karyawan pekerja tambang)," terang Eko.

Sekadar diketahui, saat ini sedikitnya tercatat sekitar 50 perusahaan pemegang IUP di kota Samarinda. Puluhan perusahaan tambang batu bara itu tersebar hampir di seluruh kecamatan, antara lain seperti di Kecamatan Palaran, Kecamatan Samarinda Utara, Kecamatan Sungai Pinang serta Kecamatan Samarinda Seberang.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads