"Pesawat ini 100% akan dibuat di Bandung," kata Dirut PT DI Budi Santoso di JIE Kemayoran, Kamis (7/11/2012).
Pesawat ini akan di-upgrade dengan teknologi terbaru. Seperti avionik akan diubah dari analog ke digital. Selain itu sistem kemudi autopilot akan dipakai pada pesawat ini. Pesawat NC212 nantinya akan memuat 28 penumpang lebih besar kapasitasnya jika dibandingkan dengan pesawat jenis lama (C212) yang hanya 25 penumpang. Nantinya komponen dari pesawat NC212 disiapkan oleh kedua belah pihak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek dengan investasi US$ 14-15 juta dari kedua belah pihak dirasa cukup memberikan keuntungan bagi kedua. Budi berpendapat nantinya share profit juga akan berbagi sama yaitu 50:50. Diperkirakan permintaan pesawat dalam 10 tahun kedepan akan mencapai 400-450 pesawat .
"Pembagian keuntungan (share profit) nantinya 50% untk PT DI dan 50% untuk Airbus Military. 100% dibuat di Bandung," cetusnya.
(wij/dru)











































