"Kita (industri sepatu) ini adalah industri padat karya jadi tergantung pada pembeli. Jadi kalau kebijakan kenaikan UMP 2013 akan diterapkan kita bisa kolaps," ungkap Harianto kepada detikFinance di Gedung Balai Kartini Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Ia mengaku ada 3 pabrik besar yang memproduksi sepatu yang tersebar di Serang, Bogor dan Jakarta. Kenaikan UMP Kota Serang sebesar 60%, Bogor 70% dan Jakarta 44%, membuat pelaku usaha sepatu tidak sanggup membayar beban gaji karyawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harianto menuturkan beberapa cara akan ditempuh agar industri sepatu tetap bergerak. Salah satu keputusan yang sangat pahit adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran. Hal ini dilakukan agar keberlangsungan usaha dapat terus berjalan dengan semakin mahalnya biaya produksi.
"Para pengusaha sudah bertemu gubernur setempat. Industri ini akan terjadi PHK besar-besaran tahun ini. Tidak mungkin perusahaan menahan hingga tahun depan dan ini dilakukan agar kita tidak kolaps. Kami terkadang mengatakan industri padat karya tidak mungkin dibutuhkan di negeri ini," cetusnya.
(wij/hen)











































