Erwin Aksa Percepat Bayar Utang Bosowa ke Tiga Bank Rp 1,3 Triliun

Erwin Aksa Percepat Bayar Utang Bosowa ke Tiga Bank Rp 1,3 Triliun

Wahyu Daniel - detikFinance
Senin, 03 Des 2012 18:01 WIB
Erwin Aksa Percepat Bayar Utang Bosowa ke Tiga Bank Rp 1,3 Triliun
Jakarta -

Perusahaan nasional berbasis di Kawasan Timur Indonesia (KTI) Bosowa mempercepat pelunasan pinjamannya di tiga bank nasional senilai Rp 1,3 triliun. Padahal, pinjaman tersebut baru akan jatuh tempo pada 2015.
 
Hal tersebut diutarakan Chief Executive Officer Bosowa Erwin Aksa di Jakarta, Senin (3/12/2012).

"Sebenarnya baru jatuh tempo pada 2015. Tapi kita lunasi tiga tahun lebih awal," ujar Erwin.

Sebagaimana diketahui, melalui anak usahanya PT Semen Bosowa Maros masih memiliki pinjaman sindikasi dan bilateral senilai Rp 1,3 triliun. Dengan rincian, sebesar Rp 1,2 triliun merupakan sindikasi dari PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sisanya, Rp 0,1 triliun merupakan pinjaman bilateral dari Bank Mandiri. Pinjaman ini digunakan untuk pembangunan pabrik Semen Bosowa Maros berkapasitas produksi sebesar 2,5 juta ton semen per tahun.
 
Erwin mengatakan, percepatan pelunasan ini seiring membaiknya kinerja perseroan dan menguatnya industri semen secara nasional. Hal ini juga ditopang oleh tingginya pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur sehingga permintaan semen di wilayah ini terus meningkat tajam.
 
Sejatinya, pada 1996 Bosowa memperoleh pinjaman sindikasi senilai Rp 526 miliar ke delapan bank peserta sindikasi untuk pembangunan pabrik Semen Bosowa Maros, di Maros Sulawesi Selatan.Saat pembangunan fisik pabrik sedang berlangsung, krisis ekonomi 1998 melanda Indonesia. Akibatnya, pinjaman perusahaan yang dalam bentuk valuta asing melonjak nilainya beberapa kali lipat. Tak hanya Bosowa, banyak perusahaan merasakan dampak krisis tersebut atau mengalami force majeure.
 
Meski banyak perusahaan kemudian diambil alih oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), namun Bosowa tetap mempertahankan bisnis semennya. Pasalnya, selain prospek industri semen sangat bagus, Bosowa juga mengelolah perusahaan semennya secara profesional.

“Kita kelola dengan profesional, kita juga tetap bertahan sebab industri ini harus tetap melibatkan pengusaha nasional,” ujar Erwin.
 
Perusahaan pun kemudian mengambil opsi restrukturisasi. Setelah direstrukturisasi pinjaman tersebut kemudian menjadi Rp 1,7 triliun yang terdiri atas (Pinjaman Jangka Panjang) PJP I sebesar Rp 200 miliar, PJP II sebesar Rp 326 miliar dan Kredit Jangka Panjang Opsi Saham (KJPOS) sebesar Rp 1,2 triliun.

Perusahaan pun kemudian konsisten melakukan pelunasan PJP I dan II sebesar Rp 526 miliar. PJP itu pun dipercepat pelunasannya pada Desember 2011 lalu. Sedangkan, KJPOS baru akan jatuh tempo pada 2015. Namun, Bosowa kembali mempercepat pelunasan pada akhir 2012 bersama pinjaman bilateral di Bank Mandiri sebesar Rp 0,1 triliun.

(dnl/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads