Karawang Masih Jadi Incaran Investasi Bos-bos Perusahaan Jepang

Karawang Masih Jadi Incaran Investasi Bos-bos Perusahaan Jepang

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 04 Des 2012 17:45 WIB
Karawang Masih Jadi Incaran Investasi Bos-bos Perusahaan Jepang
Jakarta - Berbagai perusahaan masih berniat untuk meningkatkan investasinya di Indonesia. Kawasan Karawang, Jawa Barat, masih menjadi wilayah incaran bos-bos perusahaan Jepang. Kenapa?

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, komunitas pengusaha atau investor Jepang masih berkonsentrasi untuk berinvestasi di Karawang.

"Mereka masih berkonsentrasi di karawang karena komunitas investor jepang semua konsentrasinya hampir di sana semua," tutur Hidayat di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (4/12/2012). Hidayat menyatakan hal ini usai bertemu Ketua Japan Indonesia Association yang juga Mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertemuan tersebut, Fukuda menyatakan Jepang siap meningkatkan investasinya asalkan pemerintah Indonesia menjamin ketersediaan infrastruktur yang memadai.

"Investasi Jepang akan berlanjut dan dipercepat dan infrastruktur harus siap, dan investasi yang ada akan untungkan kedua belah pihak," ungkap Fukuda melalui penerjemahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hidayat tak menyebutkan berapa besaran investasi yang bakal ditanamkan Jepang. Namun ada salah satu perusahaan Jepang yaitu JGC Corporation, perusahaan minyak dan gas asal Jepang yang berminat untuk berinvestasi di Indonesia.

"JGC Corporation. Mereka mencari partner yang sepadan/pengusaha nasional. Untuk bekerjasama, mereka meminta 50:50. Manajemennya dilakukan oleh Indonesia," katanya.

Hidayat menambahkan, pemerintah Indonesia pun akan menjamin infrastruktur yang dituntut oleh investor Jepang ini. Dia mengatakan, pembangunan infrastruktur ini akan dipercepat. Selain sebagai permintaan dari investor Jepang, infrastruktur ini pun bisa menjadi motivator dan indikator pertumbuhan industri dan investasi dalam negeri.

"Salah satu kendala kita adalah pertumbuhan pembangunan infrastruktur yang terbilang lambat dibandingkan dengan pertumbuhan industri. Mereka meminta disiapkan juga pelabuhan baru. Kami sedang merundingkannya dengan pemerintah terkait," kata Hidayat.

(zlf/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads