Ultrajaya Genjot Bisnis Susu Cair Setelah 'Diserbu' UNICEF

Ultrajaya Genjot Bisnis Susu Cair Setelah 'Diserbu' UNICEF

- detikFinance
Rabu, 05 Des 2012 10:20 WIB
Ultrajaya Genjot Bisnis Susu Cair Setelah Diserbu UNICEF
Bandung - PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk (ULTJ) atau yang lebih dikenal dengan produk susu Ultra baru sejak tahun 1972 menggunakan sistem teknologi UHT (Ultra High Temperature) pada produknya. Tetapi dulunya konon perusahaan ini pionir memproduksi susu kental manis.

Demikian disampaikan Presiden Direktur Ultrajaya Sabana Prawirawidjaja saat berdiskusi dengan media di Hotel Mason Pine Bandung dalam rangka memperingati 40 tahun pencapaian Ultrajaya sebagai pionir di industri susu UHT, Rabu (5/12/2012).

"Tahun 1940 susu kental manis dan bubuk menjadi pionir dan orang tua saya pun bergerak ke bisnis susu kental manis," ungkap Sabana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berlanjut ke tahun 1968, keluarga Sabana kemudian berekspansi lebih besar dalam bisnis susu kental manis dan mengajukan ke BKPM. Tetapi sayang bisnis susu kental manis terhadang oleh serbuan susu UNICEF yang berharga jauh lebih murah yaitu Rp 8-10/buah.

"Sejak saat itu saya melihat 5.000 liter/hari susu segar terbuang karena serbuan susu UNICEF," katanya.

Sejak saat itu, keluarga Sabana melihat sebuah merek susu dari Prancis yang bernama Condia dengan sistem tentra pak. Menurut Sabana teknologi tentra pak membuat susu cair lebih tahan lama dengan tidak merusak protein dan vitamin murni di dalamnya. Sejak saat itu keluarga Sabana banting haluan dari bisnis susu kental manis menjadi bisnis susu cair dalam memproduksi produk susu.

"Kami lihat tentra pak waktu itu. Mereka masih perusahaan kecil. Dengan susah payah kami mencari tentra pak dan kami temukan akhirnya di Eropa. Setelah itu kita hitung 3 tahun bisa balik modal. Rp 50 perak/buah kita jual produk susu cair. Kemudian kami putuskan pindah haluan dalam pencatatan BKPM dari susu kental manis menjadi susu cair. Ini teknologi yang luar biasa. Long life milk. Artinya tetap steril dan tahan lama," jelas Sabana.

Saat ini Ultrajaya tetap memproduksi susu kental manis dengan komposisi yang tidak terlalu besar bila dibandingkan dengan produk susu cair.


(wij/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads