"China jangan dagang saja. Tapi investasi di Industri," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat dalam Rakernas REI di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (5/12/2012).
Ia menambahkan, atas permintaan tersebut, pemerintah Indonesia dan China bersepakat membangun lima kawasan industri baru skala besar, sebagai prasyarat investasi dari China bisa masuk ke dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat memastikan, pendirian kawasan industri baru berada di luar pulau Jawa. Selain bertujuan untuk menyebarkan area industrial estate ke seluruh wilayah Indonesia, juga mendekatkan diri pada bahan baku industri yang akan digarap investor China.
"Selama ini Jawa konsentrasinya. Maka tidak boleh lagi terjadi," paparnya.
Kesepakatan antar pemerintah (government to government/g to g) ini menunjuk calon lokasi kawasan industri baru diantaranya Kalimantan, Sulawesi, Sumatara, dan Papua. "Contoh Kalimantan, dekat dengan besi baja atau mineral. Secara g to g sudah disepakati," ucapnya.
Penandatanganan kesepakatan pendirian lima kawasan industri di luar pulau Jawa diperkirakan akan terjadi awal tahun depan, saat perwakilan pemerintah China bertandang ke Indonesia. Kementerian Perindustrian kini tengah menyusun kajian (pre-elementary study) atas ide tersebut.
"Draft-nya sedang kita susun. Proses dalam waktu empat bulan. Setelah itu maka akan ditandatangani. Kita akan melibatkan swasta kedua belah pihak," imbuhnya.
(wep/dnl)











































