''Tahun depan, kami punya order yang harus di-delivery itu 36 pesawat," ungka[ General Affair Director Lion Air, Edward Sirait di Kantornya, Rabu (5/12/12).
Dia mengungkapkan, penambahan armada ini diperuntukkan bagi beberapa maskapai penerbangan dibawah perusahaan Lion Air. Antara lain, Wings Air, Batik Air, dan masakapai penerbangan baru gabungan Lion Air dan maskapai penerbangan Malaysia, Nadi, yang bernama Malindo Airways.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan 6 pesawat di luar Boeing sisanya adalah pesawat ATR. "4 untuk Malindo dan 2 untuk Wings," tambahnya.
Dia mengungkapkan, total invetasi yang dikeluarkan untuk pembelian pesawat ini diperkirakan mencapai US$ 3 miliar. "Itu perkiraaan. Jangan diartikan kita langsung bayar, itu bayarnya bisa sampai berpuluh-puluh tahun," pungkasnya.
Lion Air sendiri telah memesan sebanyak 408 armada pesawat terbang hingga tahun 2025 nanti dengan total US$ 21,5 miliar. Menurut Edward, sampai saat ini pesawat yang baru terkirim sekitar 80 armada.
(zlf/dru)











































