Ini Alasan Pembangunan Pabrik Perakitan iPhone di Indonesia Ditunda

Ini Alasan Pembangunan Pabrik Perakitan iPhone di Indonesia Ditunda

- detikFinance
Kamis, 06 Des 2012 19:05 WIB
Ini Alasan Pembangunan Pabrik Perakitan iPhone di Indonesia Ditunda
Jakarta - Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengakui rencana pembangunan pabrik Foxconn Technology Group di Indonesia ditunda dari rencana awal pada akhir tahun ini. Alasannya pihak mitra lokal Foxconn di Indonesia belum siap.

"Ya memang tertunda karena permohonan para mitra lokal yang belum selesai perundingannya. Saya kira tidak akan makan waktu lama," kata Hidayat kepada detikFinance, Kamis (6/12/2012)

Sebelumnya Hidayat mendorong industri elektronik dalam negeri untuk bergabung dengan pabrik pembuat komponen iPhone, iPad, asal Taiwan Foxconn. Diharapkan kerjasama ini bisa menjadi sarana transfer teknologi dengan produsen lokal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MS Hidayat pernah mengatakan, pemerintah mengajak PT Inti (BUMN) dan Polytron dari Grup Djarum untuk bergabung dengan Foxconn membuat telepon seluler buatan dalam negeri.

"Misalnya antara lain Polytron, saya juga meminta dirjen saya untuk mengontak PT Inti yang dulu pernah memproduksi HP. Menjajaki kemungkinan mereka juga bisa joint," ungkap Hidayat.

Setali tiga uang dengan MS Hidayat, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan hal yang sama. "Mereka masih dalam tahap penyelesaian kemitraan dengan mitra lokal. Agak mundur dikit katanya," jelas Gita.

Awalnya pabrik pembuatan iPhone dan iPad di Cikande, Serang, Banten berencana beroperasi pada 25 Desember 2012. Demikian dikutip AFP dari media lokal Taiwan, Kamis (6/12/2012).

Di Taiwan, Foxconn merupakan bagian dari Hon Hai Precision yang bisnisnya bergerak di pabrik perakitan dan pembuatan komponen telepon selular.

Sebenarnya, rencana investasi Hon Hai telah menemukan kata sepakat dengan pemerintah Indonesia. Menurut sumber tersebut, alasan penundaan pembangunan pabrik ini adalah karena adanya regulasi impor telepon selular yang tidak sesuai dengan keinginan Hon Hai, dan juga banyaknya produk-produk telepon selular yang beredar di Indonesia.
(hen/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads