Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengkritik upah buruh yang saat ini mulai tinggi. Upah buruh yang tak lagi murah, membenani pengusaha. Sofjan sangat menyayangkan ucapan Presiden SBY yang menyebutkan era upah buruh murah di Indonesia sudah berakhir.
"Jadi ini pesan yang salah dari bapak presiden (SBY)," tutur Sofjan pada acara KEN di Menara Bank Mega Jakarta, Senin (10/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofjan juga berharap, kondisi infrastruktur juga harus menjadi perhatian serius pemerintah di 2013 sehingga ekonomi biaya tinggi bisa diminimalkan.
"Infrastrtuktur, UU tanah juga sudah disahkan belum bisa menyelesaikan, ini bukan kita pesimistis, juga konsumsi dalam negeri (tinggi), yang memanfaatkan barang impor," sebutnya.
Terkait proyeksi KEN tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2013 yang tumbuh di kisaran 6,1% hingga 6,6%, Sofjan mengaku pesimistis kengan proyeksi yang dirilis oleh KEN.
"Saya ragu itu bisa tercapai," pungkasnya.
Sebelumnya Presiden SBY menyatakan dirinya mendukung kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang terjadi di beberapa daerah, termasuk Jakarta yang naik menjadi Rp 2,2 juta per bulan. Era buruh murah telah usai.
Hal ini disampaikan oleh SBY saat memberikan pengarahan di hadapan para Gubernur, Pangdam, Kapolda, Bupati, Walikota, yang dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, termasuk para anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), di Jakarta, Jumat (30/11/2012).
"Saya ingin sampaikan sekali. Posisi pemerintah jelas, upah dan kesejahteraan buruh harus semakin meningkat dan benar-benar makin layak. Itu kewajban moral. Era buruh murah dan tidak mendapatkan keadilan sudah usai. Kita berangkat dari situ," tegas SBY.
(hen/hen)











































