"Kita sudah kirim surat dan sms tetapi tidak ada tanggapan dari Dahlan. Sekarang Merpati tergantung Dahlan," ungkap Ery saat ditemui di Kawasan Kemayoran Jakarta, Selasa (12/12/2012).
Ery mengaku Merpati masih mempunyai prospek yang baik dalam menjalankan bisnisnya kedepan. Menurutnya potensi Merpati sangat besar karena beberapa hal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menuturkan konsep ekor kuning yang telah lama dikenal masyarakat Indonesia Timur menjadi sebuah keunggulan dari Merpati. Ditambah dengan perkembangan daerah yang makin cepat karena adanya otonomi daerah dan desentralisasi pemerintahan.
"Perkembangan daerah makin cepat. Indonesia Timur itu kenal Merpati ekor kuning. Mereka Merpati yang paling eksis di Indonesia Timur. Masalahnya saat ini adalah pemilik yaitu negara yang tidak pernah komit dengan itu. Merpati bisa besar asalkan pemiliknya mengerti Merpati," cetusnya.
Sebagai catatan, Menteri BUMN Dahlan Iskan pernah mencetuskan sebuah kalimat di acara pertemuan dengan pejabat Merpati di Plaza Mandiri Gotot Subroto tanggal 11 Februari 2012. "Saya tidak mengerti Merpati," ucap Dahlan Iskan.
(wij/dru)











































