Namun akibat kerja keras manajemen baru di 2012, BUMN yang memiliki bisnis utama pabrik gula ini mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang sangat positif. Dirut RNI Ismed Hasan Putro menjelaskan, per 30 November 2012 RNI mencatat laba Rp 390 miliar dari target akhir tahun sebesar Rp 450 miliar.
"Pada akhir 2011, RNI mengalami kerugian sebesar Rp 68,52 miliar," tutur Ismed kepada detikFinance, Senin (17/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari 9 pabrik gula milik RNI, semua telah berkontribusi besar terhadap laba perseroan sebesar Rp 320 miliar. Bahkan, pabrik gula milik RNI khususnya di Krebet Baru Malang menjadi pabrik terbaik dari 52 pabrik gula milik BUMN di Indonesia berdasarkan tingkat rendemen.
"Laba dari pabrik gula per 30 November sendiri itu sebesar Rp 320 miliar. Itu masih menyimpan 55 ribu ton gula untuk gula retail (minimarket)," tambahnya.
Membaiknya pendapatan RNI dari sektor gula, didorong oleh efisiensi di internal pabrik gula dan peningkatan kualitas tebu yang masuk ke pabrik sehingga berdampak pada naiknya rendemen gula. Akibat kinerja yang positif ini, bonus yang diterima karyawan pun meningkat drastis.
"Untuk pabrik gula krebet baru Malang, bonus 29 kali gaji," paparnya.
Di 2013, Ismed menuturkan RNI hanya akan menjual gula dalam bentuk retail atau kemasan kecil sehingga bisa mengontrol harga lebih stabil dibandingkan menjual gula dalam bentuk kemasan besar. "Tidak jual bulb (karung), kita jual secara retail," pungkasnya.
(feb/dru)











































