Konsumsi Minuman Soda Masih Rendah, Pengenaan Cukai Salah Sasaran

Konsumsi Minuman Soda Masih Rendah, Pengenaan Cukai Salah Sasaran

Ramdhania El Hida - detikFinance
Senin, 17 Des 2012 11:11 WIB
Konsumsi Minuman Soda Masih Rendah, Pengenaan Cukai Salah Sasaran
Jakarta - Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) menilai pengenaan cukai pada minuman berkarbonasi tidak tepat. Pasalnya, minuman bersoda dianggap tidak berbahaya bagi kesehatan, selain itu konsumsi minuman soda di Indonesia masih sangat rendah.

Sekretaris Jenderal ASRIM Suroso Natakusmah menyatakan minuman berkarbonasi/ bersoda tidak masuk dalam kriteria produk yang layak dikenai cukai karena bukan produk yang membahayakan kesehatan.

"Minuman ini tidak memiliki dampak negatif, seperti rokok dan juga halal," ujarnya dalam Diskusi Cukai oleh ASRIM di Gedung World Trade Center, Jakarta, Senin (17/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, lanjut Suroso, konsumsi masyarakat untuk minuman berkarbonasi di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan negara lain. Konsumsi per kapita di tahun 2011 hanya 2,4 liter per tahun, sementara Filipina 34,1 liter, Thailand 32,2 liter, Malaysia 19 liter, Vietnam 6,2 liter, dan Kamboja 4,5 liter.

"Bahkan di Amerika itu konsumsi per kapitanya bisa 200 liter per tahun. Jadi kalau dibilang konsumsi minuman karbonasi ini sudah berlebihan, itu omong kosong," tegasnya.

Suroso menambahkan pertumbuhan konsumsi minuman jenis ini juga termasuk rendah, hanya 2% pada tahun ini.

"Yang paling tinggi pertumbuhannya itu malahan air galon atau kemasan yang tumbuh 10 persen dan jus sebesar 22%," jelasnya.

Untuk itu, Suroso menegaskan pengenaan cukai pada minuman bersoda salah sasaran. Apalagi, jika ini diterapkan secara khusus hanya pada minuman bersoda, maka tindakan tersebut termasuk langkah diskriminatif dan akan berdampak negatif pada iklim investasi dan tenaga kerja.

"Berdasarkan data LPEM, industri minuman ini termasuk tinggi sekitar 4.025 tenaga kerja," pungkasnya.

(nia/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads