"Tahun ini harga baja turun dikit. Mulai Januari (2013) akan naik karena seluruh dunia pabrik baja sudah rugi cukup tinggi, termasuk di dalam negeri, Krakatau Steel. Jadi harga baja cenderung naik pada kisaran 5-10%," kata Direktur Utama PT Saranasentral Bajatama Tbk (BAJA) Handaja Susanto di gedung BEI, Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Komisaris BAJA Ibnu Susanto menambahkan, permintaan baja dalam negeri diprediksi juga meningkat. Akibatnya terjadi apresiasi harga baja. Kondisi makro dunia juga terpantau stabil, yang didorong oleh komitmen pemerintahan China baru untuk meningkatkan ekonomi dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Membaiknya harga baja tahun 2013 pun diharapkan berdampak positif pada kinerja perseroan. Tahun depan BAJA berencana memperluas segmen baja lapis berwarna.
"Tahun depan produksi galvanis, baja lapis seng akan meningkat di 2013. Produk baja lapis alumunium seng (saranalume) juga tumbuh 55% dibandingkan tahun 2013. Saranalume berwarna akan dipasarkan mulai April 2013, dengan penjualan diperkirakan mencapai rata-rata 2.500 ton per bulan," jelas Handaja.
Kenaikan didorong oleh tingginya permintaan dan kapasitas produksi yang belum seluruhnya digunakan.
(wep/hen)











































