Gugatan Petani Afrika Selamatkan Ekspor Sawit RI ke Eropa

Gugatan Petani Afrika Selamatkan Ekspor Sawit RI ke Eropa

- detikFinance
Rabu, 19 Des 2012 12:22 WIB
Gugatan Petani Afrika Selamatkan Ekspor Sawit RI ke Eropa
Jakarta - Kampanye hitam terhadap produk sawit di dunia khususnya Eropa, bukan hanya dirasakan oleh pengusaha Indonesia. Para pelaku sawit negara lain seperti kawasan Afrika ikut terkena imbasnya.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan kemenangan gugatan hukum petani sawit di Prancis memberi keuntungan bagi Indonesia.

"Pengadilan Prancis memenangkan gugatan petani Afrika yang tidak boleh dilakukan kampanye hitam negatif sawit di Prancis. Ini menjadi berita baik bagi kita. Selain itu untuk sawit tahun 2013 kita menyerap lebih untuk biofuel hingga 1 juta barel," jelas Bayu di Hotel Millenium Jakarta Pusat, Rabu (19/12/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya di Prancis juga ada desakan pajak impor untuk produk sawit sebesar 300% yang masuk ke Prancis batal. Parlemen Prancis tak menyetujuinya, sehingga kepentingan ekspor sawit Indonesia ke Prancis aman dari rencana tersebut.

Hal ini berawal dari kampanye hitam yang dilakukan oleh beberapa aktivis di Prancis beberapa waktu lalu soal berbahaya mengkonsumsi produk palm oil atau sawit. Kampanye hitam itu diberi nama Nutela Proposal.

Nutela Proposal adalah suatu reaksi yang diajukan sekelompok orang di Prancis untuk mengharuskan negara penghasil minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) membayar bea masuk sawit sebesar 300% ke negara Prancis.

"Usulan bea masuk produk palm oil sebesar 300% sudah ditolak parlemen Prancis. Kita sudah berhasil memberikan informasi dan macam-macam mengenai ini," ungkap Bayu di Kantor kementerian Perdagangan Jalan Ridwan Rais Jakarta, Jumat (7/12/2012).

Bayu mengatakan pihak parlemen Prancis sudah 2 kali melakukan penolakan terhadap pengajuan senator yang memberatkan produk palm oil.

"Sebagai negara yang berdaulat itu adalah hak mereka, tetapi kita akan perjuangkan. Mereka kan pakai senator tetapi parlemen yang memutuskan. Saat ini sudah 2 kali ditolak," tutupnya.

Seperti diketauhi Nutela Nutela Proposal disuarakan oleh orang Prancis karena menurut mereka produk sawit berbahaya. Menurut catatan Kementerian Perdagangan hal serupa juga pernah ditemukan 10-15 tahun yang lalu. Negara Amerika Serikat juga melakukan hal yang sama dengan alasan produk lemak jenuh yang dihasilkan CPO sangat berbahaya bagi kesehatan.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads