Marketing Manager Sky Aviation, Sutito Zainudin menjelaskan, hasil itu telah membantu memperbaiki citra negatif pasca tragedi kecelakaan di Gunung Salak sehingga pihaknya merasa yakin dengan menerbangkan Sukhoi SSJ-100, bisa bersaing dengan maskapai yang telah ada.
"Hasilnya sudah cukup membantu, bukan kesalahan pesawat," tutur Sutito kepada detikFinance, Jumat (21/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar bisa bersaing dan memperbaiki citra positif Sukhoi SSJ-100, Sky Aviation akan melakukan berbagai strategi promosi yang intens.
"Mungkin di pertengahan Januari atau akhir Januari mulai komersial di media cetak dan elektronik. Kita akan lakukan marketing strategy," tambahnya.
12 armada pesawat Sukhoi SSJ-100 ini, nantinya akan bermarkas di 4 lokasi yakni Jakarta, Pekabaru, Makassar dan Denpasar. Selain itu, Sky Aviation akan membidik konsumen penerbangan kelas menengah.
(feb/dru)











































