Namun, hal tersebut ditepis oleh pihak Lion Air. Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengungkapkan kejadian seperti itu tak terjadi. Menurutnya, Lion Air tidak memiliki data atas insiden near miss tersebut, sehingga kejadian itu tak mungkin terjadi.
"Nggak bener itu, di data Lion di kita nggak ada, jadi nggak bener," tegas Edward saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Rabu (26/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Radar udara Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng sempat mati selama 15 menit, setelah UPS-nya terbakar. Matinya radar itu membuat dua pesawat Lion Air hampir bersenggolan di udara.
"Nggak bener itu, nggak bener," kata Edward seraya menegaskan kembali.
Pihak Air Traffic Control Bandara Soekarno Hatta pun mengatakan hal senada. General Manager Air Traffic Service (ATS) Bandara Soekarno-Hatta, Budi Hendro menjelaskan jarak minimum agar tak dikatakan near miss, jarak horizontal antar pesawat bila menggunakan radar adalah 5 Nautical Mile (9.260) dan nonradar 10 NM (18.000 meter), serta jarak vertikalnya 1.000 kaki (304,8 meter). Setiap pesawat, imbuhnya, dilengkapi peralatan yang mendeteksi jarak pesawatnya dengan pesawat lain. Jadi pasti diketahui jika ada near miss.
"Near miss itu hampir tabrakan. Tapi saat kemarin itu tidak ada near miss. Perlu diketahui informasi itu aturan mainnya harus ada komplain dari pengguna jasa. Namun hingga saat ini belum ada yang komplain ada near miss. Pihak Lion tanpa kita tanya mengatakan tidak pernah ada near miss," ungkap Budi.
Sebelumnya, Menteri Perkonomian Hatta Rajasa mengatakan ada 2 pesawat Lion Air yang hampir bersenggolan di udara pada saat insiden radar Bandara Soekarno Hatta mati.
"Hampir terjadi near miss antara dua pesawat, Lion dan Lion. Yang Lion return to base (RTB), RTB ke masing-masing tempat dan dua pesawat divert ke Semarang," ujar Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (17/12/2012).
Hatta menegaskan, akibat matinya radar di Bandara Soekarno-Hatta, pesawat kehilangan panduan selama 15 menit. "15 menit itu blackout, panjang waktunya di udara," kata Hatta.
(zlf/dru)










































