Deputi Bidang Industri Primer Kementerian BUMN, Muhammad Zamkhani menjelaskan, tingginya angka rendemen tebu pada musim giling 2012 karena pabrik gula menetapkan ketentuan bebas tebu tamasya.
"2012 tidak ada tebu tamasya, dulu masing-masing PG (pabrik gula) rebutan tebu, dia memberi insentif siapaya yang mau menggiling ke pabriknya," tutur Zamkhani di Kementerian BUMN Jakarta, Kamis (3/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
lain yang lebih jauh meskipun masih satu perusahaan pelat merah (PTPN).
Akibat kondisi itu, kualitas tebu yang masuk ke pabrik gula rendah sehingga berdampak pada tingkat rendemen. "Kalau rebutan, PG butuh sehingga petani tidak care ke tebu," tambahnya.
Sehingga di 2012, seluruh pabrik gula BUMN menetapkan standar kualitas tebu yang masuk ke pabrik.
"Tahun kemaren ada perbaikan, PG dipersilahkan menolak. Pensiunan GM pabrik gula ditolak tebunya karena tidak memenuhi standar," pungkasnya.
(hen/hen)











































