GE Aviation Siap 'Kawinkan' Mesin Jet dan Turbofans

GE Aviation Siap 'Kawinkan' Mesin Jet dan Turbofans

- detikFinance
Jumat, 04 Jan 2013 16:23 WIB
GE Aviation Siap Kawinkan Mesin Jet dan Turbofans
Jakarta - Para insinyur di perusahaan pembuat mesin pesawat, GE Aviation tengah berupaya menggabungkan mesin jet dan turbofans.

Mesin jet, salah satunya adalah turbojet yang berbentuk ramping dan tipis yang dapat menghasilkan daya dorong yang besar. Digunakan secara eksklusif oleh militer, mesin tersebut dapat menerbangkan pesawat jet tempur dua kali lebih cepat daripada kecepatan suara, namun mesin tersebut juga membakar bahan bakar yang lebih banyak.

Sedangkan turbofans adalah mesin yang berbobot lebih berat, lebih lambat, tetapi membakar bahan bakar yang jauh lebih efisien. Turbonfas tersebut digunakan untuk aviasi komersial yang menggantung pada sayap pesawat penumpang dan pesawat kargo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu para insinyur GE sedang bekerja untuk menggabungkan manfaat dari kedua desain mesin tersebut dan menciptakan terobosan sebuah mesin terbang yakni mesin jet supersonik revolusioner yang juga irit bahan bakar.

"Kami mengambil teknologi tersebut ke langkah berikutnya," kata Project Manager GE Aviation, Abe Levatter dalam siaran persnya, Jumat (4/1/2013).

"Tema yang kami fokuskan ini adalah bahan bakar yang ekonomis. Kami sedang melihat penghematan bahan bakar sebesar 25 persen, dimana merupakan penghematan yang sangat besar. Bahan bakar ekstra tersebut dapat memberikan kisaran 35 persen lebih pada jet militer. Itu merupakan kunci dari kapabilitas sebuah misi," imbuhnya.

GE telah menginvestasikan miliaran untuk mengembangkan mesin high-bypass turbofan yang terbaru seperti GE90, GEnx untuk Boeing Dreamliner, dan LEAP untuk pesawat lorong tunggal generasi berikutnya.

Penelitian tersebut telah mencangkup teknologi manufaktur terbaru seperti pencetakan 3-D dan menghasilkan bahan-bahan baru seperti komposit matriks keramik yang super kuat namun ringan. Hal tersebut memungkinkan GE untuk memproduksi mesin jet yang sangat efisien dan dapat beroperasi pada suhu diatas titik peleburan baja.

GE sedang menerapkan semua teknologi tersebut untuk menciptakan sebuah mesin militer generasi berikutnya yang secara otomatis dapat beralih antara mode daya dan efesiensi yang tinggi.

"Seberapa banyak pekerjaan yang dapat dilakukan dari setiap tetes bahan bakar jet?" kata Levatter.

"Dalam dunia militer, Anda ingin terbang sejauh mungkin dengan kecepatan subsonic dan membakar bahan bakar secara sangat efisien, tetapi ketika Anda pergi untuk menembus atau menerobos molekul udara yang berat, Anda perlu menggunakan kecepatan supersonic," terangnya.

GE kini sedang menguji berbagai komponen pada mesin inti dan berencana untuk menjalankan tes mesin secara keseluruhan pada pertengahan tahun 2013.

"Kami menginginkan mesin yang dapat berjalan dengan sendirinya dan membiarkan para pilot untuk fokus pada misinya. Ketika pilot mengatakan 'Saya dalam bahaya, saya ingin terbang pulang,' mesin tersebut dapat menyesuaikan sendiri. Kami ingin menciptakan sebuah mesin yang dioptimalkan untuk beradaptasi dengan apapun yang diinginkan oleh pilot," tutupnya.


(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads