Percikan listrik hingga menimbulkan api terlihat di kabin Boeing 787 Dreamliner milik Japan Airlines sesaat setelah para penumpang turun dari pesawat. Pesawat yang sangat dibanggakan AS ini baru saja mendarat di Boston, AS dari Tokyo.
Dikutip dari Sydney Morning Herald yang dilansir dari Reuters, Selasa (8/1/2013) pejabat setempat mengungkapkan kebakaran terjadi ketika baterai dalam sistem daya tambahan Japan Airlines meledak sekitar pukul 10.30 waktu setempat tak lama penumpang turun.
The Federal Aviation Administration and the National Transportation Safety Board atau Badan Keselamatan Transportasi Nasional tengah melihat apa yang menyebabkan Boeing terbaru tersebut bisa terbakar. Sebelumnya, 3 pesawat 787 Dreamliner lainnya juga mengalami masalah pada sistem kelistrikan. Ditambah, jet terbaru tersebut pernah mengalami kegagalan terbang karena kebocoran bahan bakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kebakaran di dalam pesawat adalah yang terburuk. Meskipun terjadi setelah mendarat yakinlah ketika FAA nantinya bertanya bagaimana jika terjadi di udara?" terangnya.
Juru bicara Boeing Marc Birtel enggan memberikan komentar terkait masalah tersebut.
"Kami menyadari hal tersebut dan terus bekerja demi pelanggan kami," katanya. Sama halnya dengan Boeing, Japan Airlines tidak menanggapi dan memberikan komentar ketika di konfirmasi.
Dreamliner adalah pesawat jet pertama Boeing yang terbuat dari komposit karbon, bukan aluminium. Hal ini memberikan perubahan yang menurunkan berat badan pesawat dan memungkinkan untuk menggunakan lebih sedikit bahan bakar.
Seperti diberitakan sebelumnya, setelah beberapa tahun terkendala masalah manufaktur dan biaya yang tak sedikit akhirnya Boeing resmi memulai debut perdana pesawat terbarunya yakni 787 Dreamliner.
Boeing 787 Dreamliner memulai penerbangan pertamanya di bawah United Airlines dengan membawa 200 penumpang dari Houston ke Chicago.
Dimulai dengan pemotongan pita sebelum pesawat berangkat dari Bush International Airport, 787 Dreamliner yang berangkat Minggu (4/11/2012) kemarin dan langsung tiba hari itu juga di Bandara O'Hare International Airport disambut dengan meriam air.
Boeing ini menggunakan teknologi canggih dan fasilitas terlengkap. Bayangkan saja, terdapat tempat tidur khusus di pesawat tersebut. Pesawat ini pula yang dibangga-banggakan AS untuk menyaingi Airbus, pabrikan Perancis.











































