Dahlan menjelaskan, pengembangan usaha beton oleh WIKA ini diperlukan untuk menyokong kebutuhan beton di kawasan Indonesia Timur.
"Wika diizinkan bekerjasama dengan PT Garam, manfaatkan 280 hektar di gresik untuk jadi pabrik beton dan industri listrik dan diminta dipercepat karena selama ini pabrik beton WIKA sudah penuh," tutur Dahlan usai rapim di kantor Pusat WIKA, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (8/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan pelabuhan ini dilakukan karena selama ini pabrik beton WIKA jauh dari akses pelabuhan sehingga menambah biaya transportasi.
"Dengan pelabuhannya sekalian, kan selama ini jauh dari pelabuhan. Nanti bangun di dekat laut, PT Garam yang punya lahan," tuturnya.
Jika pabrik beton ini beroperasi, maka produksi beton WIKA bisa tembus di atas 2 juta ton.
"Kapasitas produksi 200 ribu ton/tahun. Nanti bisa dikembangkan 2 kali lipat. Tahun 2012 produksi total beton WIKA 2 juta ton," sebutnya.
Di tempat yang sama, Corporate Secretary WIKA Natal Argawan menjelaskan, untuk pembangunan pabrik beton saja, WIKA siap menggelontorkan dana mencapai Rp 250 miliar. Dana itu di luar pengembangan pelabuhan di dekat pabrik.
"Belum masuk capex tahun ini, Kalau bisa cepat mungkin nanti ada perubahan anggaran Investasi. Tapi tahun depan mulai, karena harus menyelesaikan studi dan izin," pungkasnya.
(hen/dnl)











































