Tak Sanggup Bayar Rp 2,2 Juta, Pengusaha Tekstil Relokasi ke Wilayah Ber-UMP Rendah

Tak Sanggup Bayar Rp 2,2 Juta, Pengusaha Tekstil Relokasi ke Wilayah Ber-UMP Rendah

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 08 Jan 2013 14:39 WIB
Tak Sanggup Bayar Rp 2,2 Juta, Pengusaha Tekstil Relokasi ke Wilayah Ber-UMP Rendah
Jakarta - Pengusaha tekstil dan garmen di Kota Tangerang memilih merelokasi pabriknya ke wilayah-wilayah dengan Upah Minimum Provinsi/Kabupaten (UMP/UMK) rendah.

Mereka lebih memilih wilayah yang UMK-nya sekitar Rp 800.000-an daripada harus membayar Rp 2,2 juta di Kota/Kabupaten Tangerang.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengungkapkan sejumlah lahan telah disiapkan di provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat. Lahan tersebut diperuntukkan untuk perusahaan tekstil dan garmen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah mempersiapkan untuk garmen di Jawa Tengah (Boyolali) 300 hektar, dan untuk tekstil di majalengka 800 hektar," ungkap Ade saat ditemui di kantor Sekretariat API, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (8/1/2013).

Seperti diketahui Upah minimum kabupaten (UMK) Boyolali 2013 senilai Rp 895.000 sedangkan di Majalengka hanya Rp 850.000/bulan, bahkan UMK Kabupaten Majalengka paling rendah di Jawa Barat.

Khusus untuk kawasan industri di Majalengka, Ade mengatakan kawasan industri tersebut dilengkapi sistem limbah, dan sumber listrik terpadu dan terpusat. Serta sudah ada 8 industri garmen yang telah pindah merelokasi pabriknya ke wilayah tersebut. "Sudah ada 8 industri yang pindah kesana," ungkapnya.

Menurut Ade, langkah ini dilakukan sebagai bentuk protes kalangan pengusaha terhadap penetapan UMP 2013, yang tinggi seperti di Tangerang, Jakarta, Bekasi dan sekitarnya.

"Ini relokasi yang katakanlah terpaksa karena ada UMP. Kalau dipaksa secara ekstrem, pengusahanya pun berlaku ekstrem," tutupnya.

(zlf/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads