Mereka lebih memilih wilayah yang UMK-nya sekitar Rp 800.000-an daripada harus membayar Rp 2,2 juta di Kota/Kabupaten Tangerang.
Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengungkapkan sejumlah lahan telah disiapkan di provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat. Lahan tersebut diperuntukkan untuk perusahaan tekstil dan garmen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui Upah minimum kabupaten (UMK) Boyolali 2013 senilai Rp 895.000 sedangkan di Majalengka hanya Rp 850.000/bulan, bahkan UMK Kabupaten Majalengka paling rendah di Jawa Barat.
Khusus untuk kawasan industri di Majalengka, Ade mengatakan kawasan industri tersebut dilengkapi sistem limbah, dan sumber listrik terpadu dan terpusat. Serta sudah ada 8 industri garmen yang telah pindah merelokasi pabriknya ke wilayah tersebut. "Sudah ada 8 industri yang pindah kesana," ungkapnya.
Menurut Ade, langkah ini dilakukan sebagai bentuk protes kalangan pengusaha terhadap penetapan UMP 2013, yang tinggi seperti di Tangerang, Jakarta, Bekasi dan sekitarnya.
"Ini relokasi yang katakanlah terpaksa karena ada UMP. Kalau dipaksa secara ekstrem, pengusahanya pun berlaku ekstrem," tutupnya.
(zlf/hen)










































