Tarif Listrik Naik, Harga Pakaian Ikut Terkerek 16%

Tarif Listrik Naik, Harga Pakaian Ikut Terkerek 16%

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 08 Jan 2013 15:27 WIB
Tarif Listrik Naik, Harga Pakaian Ikut Terkerek 16%
Jakarta -

Kenaikan tarif listrik awal 2013 berdampak langsung pada biaya produksi pengusaha tekstil dan produk tekstil (TPT) termasuk garmen atau pakaian jadi. Para pengusaha memastikan akan menaikan harga jual produk mereka hingga 16%.

Demikian disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat saat ditemui di acara Konferensi Pers Kinerja Industri Tekstil 2012 dan Target 2013 di Kantor Sekretariat API, Gedung Adhi Graha, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Selasa (8/1/2013).

"Yang paling berat itu justru listrik dibandingkan UMP," ungkap Ade.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, dengan kenaikkan tarif dasar listrik ini, dipastikan akan berimbas pada kenaikkan produk TPT (Tekstil dan Produk Tekstil) sebesar 16,6%. Hal ini dinilai akan menurunkan daya saing produk dalam negeri.

"Artinya bagaimana kita bisa berdaya saing dengan barang impor yang tidak mengalami kenaikkan," paparnya.

Seperti diketahui pemerintah telah memutuskan menaikan tarif listrik 2013 rata-rata 15%, kenaikan dilakukan 3 bulan sekali. Pada 1 Januari 2013, sudah ada kenaikan tarif listrik rata-rata 4,3% hingga akhir Maret 2013, selanjutnya akan ada kenaikan lagi.

(zlf/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads