Hal ini dikatakan Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani ditemui di Direktorat Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (9/1/2013).
"Betul, banyak industri di Indonesia kabur ke Singapura atau Malaysia," kata Franky.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor kedua, di Indonesia tidak ada jaminan keamanan. "Ya kenyataanya masalah perburuhan saat ini, pabrik diduduki buruh kita tidak bisa produksi, dibiarkan, ini tidak ada jaminan keamanan," ucapnya.
Faktor ketiga yang membuat investor kabur ungkap Franky, yakni naiknya harga tarif listrik dan tidak diikuti jaminan pasokan listrik. "Listrik naik tapi nggak ada jaminan pasokan, bandingkan dengan di Singapura, walau sedikit lebih mahal, namun pasokan listriknya terjamin," cetusnya.
(rrd/dnl)










































