"TDL mau nggak mau kita harus ikut dan UMP juga. UKM tidak punya daya saat keduanya datang bersamaan dan bisa berpengaruh kepada pertumbuhan wirausahawan baru," ungkap Presiden Komunitas Tangan Di Atas (TDA) M. Rosihan di Hotel Sahid Jakarta, Kamis (10/01/2013).
Saat ini jumlah wirausahawan di Indonesia hanya 1,6% dari total jumlah penduduk Indonesia. Rosihan mengatakan pemerintah sendiri telah menetapkan target agar wirausahawan hingga 2% dari jumlah penduduk Indonesia. Menurutnya kenaikan TDL dan UMP jelas sangat beerpengaruh terhadap keberadaan UKM di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu hal nyata dari kenaikan UMP dan TDL di tahun 2013 adalah kenaikan harga pada produk konveksi atau garmen. Rosihan menuturkan khusus untuk UKM tidak akan mencari pekerja dengan gaji sesuai dengan UMP. Ia menegaskan hanya menerima pekerja yang diberi upah sesuai dengan kemampuan UKM yang bersangkutan.
"Kalau UKM itu akan mencari segmen pekerja yang mau digaji di bawah UMP. Kita tidak pernah mendapatkan karyawan yang terbaik tetapi kita hanya mendapatkan pekerja yang sesuai dengan harapan," tegasnya.
(wij/hen)











































