"Pesawat A320 telah memainkan peranan penting dalam sukses yang diraih Citilink," ungkap Direktur Eksekutif Citilink Arif Wibowo dalam keterangan persnya, Senin (14/1/2013).
Sebelumnya, pemesanan pesawat untuk operasional Citilink kepada Airbus dilakukan melalui Garuda Indonesia pada 2011, yaitu sebanyak 15 pesawat jenis A320ceo dan 10 A320neo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biaya operasi yang rendah, waktu perputaran yang cepat dan kenyamanan untuk penumpang yang ditawarkan oleh A320 membuatnya sempurna untuk kebutuhan operasional Citilink. Dan kami berharap NEO akan memberikan efisiensi yang lebih baik lagi kedepannya," tuturnya.
Sementara itu, Chief Operating Officer, Costumer Airbus John Leahy mengungkapkan Airbus menyambut baik kerjasama ini. "Kami dengan senang hati menyambut Citilink sebagai pelanggan baru Airbus. Pemesanan ini menegaskan posisi varian A320 sebagai pilihan yang lebih diminati diseluruh dunia untuk pelayanan lengkap dan berbiaya rendah, baik dengan pilihan mesin yang ada sekarang dan terbaru," paparnya.
Varian A320 memberikan penghematan bahan bakar hingga 15% dengan adanya mesin baru dan ujung sayap berteknologi 'sharklet'. Pengurangan bahan bakar tersebut sama dengan konsumsi 1.4 juta liter bahan bakar β setara dengan konsumsi 1,000 mobil ukuran sedang, menghemat 3,600 ton C02 per pesawat tiap tahunnya. Sebagai tambahan, Varian A320 akan menyediakan pengurangan emisi NOx dalam kisaran digit ganda dan pengurangan polusi suara.
Dengan hampir 8,900 pesawat yang dipesan dan lebih dari 5,300 di antaranya telah dikirimkan kepada 380 pelanggan dan operator diseluruh dunia, varian A320 menjadi varian pesawat lorong tunggal dengan penjualan terbaik.
(dru/dnl)











































