Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif Cicip Sutarjo membantah adanya subsidi tersebut. Ia menegaskan, harga yang dijual pun masih dalam taraf normal.
"Saya katakan itu tidak ada subsidi. Selama ini jual harga normal, namanya subdisi itu kan tujuannya agar bisa jual di bawah harga normal kita nggak pernah di bawah harga pasaran," ungkap Syarif dikantornya, Jakarta, Selasa (15/1/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang dicatat oleh mereka saya belum tau apa yang mereka anggap diberikan subsidi," tegasnya.
Ia mengaku, pemerintah memiliki program pemberdayaan masyarakat seperti PNPM Mandiri. Sasaran program tersebut ditujukan untuk salah satunya nelayan. "Tapi ini pemberdayaan bukan subdisi," cetusnya.
Hari ini, Kedutaan Besar Indonesia di AS akan membicarakan dengan pihak COGSI. "(Pembicaraan) akan hari ini dilakukan. Saya baru akan ketahui komplain mereka," tambahnya.
AS juga mengalamatkan tudingan serupa kelima negara lainnya yaitu China, Ekuador, India, Malaysia, Thailand dan Vietnam.
(hen/hen)











































