Pemerintah Bantah Beri Subsidi ke Pengusaha Udang

Pemerintah Bantah Beri Subsidi ke Pengusaha Udang

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 15 Jan 2013 14:17 WIB
Pemerintah Bantah Beri Subsidi ke Pengusaha Udang
Jakarta - Coalition of Gulf Shrimp Industries (COGSI) yang merupakan gabungan pengusaha udang Amerika Serikat (AS) menuding Pemerintah Indonesia mengucurkan subsidi ke eksportir udang. Hal ini membuat harga produk udang beku asal Indonesia lebih murah daripada udang beku asal AS.

Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif Cicip Sutarjo membantah adanya subsidi tersebut. Ia menegaskan, harga yang dijual pun masih dalam taraf normal.

"Saya katakan itu tidak ada subsidi. Selama ini jual harga normal, namanya subdisi itu kan tujuannya agar bisa jual di bawah harga normal kita nggak pernah di bawah harga pasaran," ungkap Syarif dikantornya, Jakarta, Selasa (15/1/2013)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait harga udang Indonesia, menurutnya masih normal dikisaran US$ 5.000 per ton. Syarif mengaku masih mempertanyakan apa yang menjadi catatan subsidi bagi pihak tersebut.

"Apa yang dicatat oleh mereka saya belum tau apa yang mereka anggap diberikan subsidi," tegasnya.

Ia mengaku, pemerintah memiliki program pemberdayaan masyarakat seperti PNPM Mandiri. Sasaran program tersebut ditujukan untuk salah satunya nelayan. "Tapi ini pemberdayaan bukan subdisi," cetusnya.

Hari ini, Kedutaan Besar Indonesia di AS akan membicarakan dengan pihak COGSI. "(Pembicaraan) akan hari ini dilakukan. Saya baru akan ketahui komplain mereka," tambahnya.

AS juga mengalamatkan tudingan serupa kelima negara lainnya yaitu China, Ekuador, India, Malaysia, Thailand dan Vietnam.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads