Pesawat 787 Dreamliner merupakan armada terbaru dari produsen asal Amerika Serikat (AS) Boeing. Sayangnya, sejak mulai beroperasi akhir tahun lalu, banyak insiden yang menimpa pesawat itu.
Pesawat yang menjadi simbol kebanggaan AS yang paling anyar itu sudah dihentikan sementara operasinya oleh regulator penerbangan AS yaitu The Federal Aviation Administration (FAA).
Alasan keamanan menjadi pemicu penghentian sementara itu. FAA akan mengecek risiko kebakaran dari sistem kelistrikan pesawat keluaran terbaru ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
4 Desember 2012: Pesawat United Airlines terpaksa melakukan pendaratan darurat di New Orleans karena ada masalah kelistrikan.
13 Desember 2012: Qatar Airways menghentikan penerbangan 787 setelah adanya kesalahan teknis yang mengakibatkan masalah pada sistem kelistrikan.
7 Januari 2013: Percikan api muncul dari sistem kelistrikan 787 Dreamliner milik Japan Airlines yang baru saja mendarat di Boston setelah melakukan penerbangan jarak jauh dari Tokyo.
8 Januari 2013: Japan Airlines membatalkan penerbangan dari Boston ke Tokyo setelah mengalami kebocoran bahan bakar hingga sebanyak 151 liter.
9 Januari 2013: ANA membatalkan penerbangan 787 dari Yamaguchi ke Tokyo karena ada masalah pada rem.
11 Januari 2013: ANA melaporkan adanya retakan di jendela kokpit setelah penerbangan dari Tokyo ke Matsuyama. ANA juga mengabarkan penerbangan salah satu 787 lain miliknya ditunda karena ada kebocoran oli di generator mesinnya.
15 Januari 2013: Penerbangan All Nippon Airlines (ANA) NH 692 dari Yamaguchi Ube terpaksa melakukan pendaratan darurat tak lama setelah take-off karena ada masalah kelistrikan. Maskapai penerbangan itu 'mengandangkan' 17 Dreamliner miliknya. Japan Airlines juga melakukan hal yang serupa untuk semua armada 787-nya. (ang/dnl)











































