Wakil Ketua Umum Pengusaha Gabungan Forwarder & Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) Anwar Sata mengatakan, kerugian yang dialami pengusaha logistik bakal sama dengan banjir 5 tahun lalu.
"Kerugian kita masih menunggu sampai besok, tapi bisa sampai miliaran rupiah," ujar Anwar kepada detikFinance, Kamis (17/1/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi pabrik (klien) itu yang protes ke kita yang membawa barang," ucapnya.
Saat ini, menurut Anwar, ada penumpukan truk kontainer sebelum menuju pelabuhan Tanjung Priok. Dalam waktu normal kendaraan ini hanya membutuhkan waktu 1 hari beroperasi di dalam kota.
"Dari sentra industri Jabodetabek menuju Tanjung Priok biasanya satu hari sudah dengan bongkar dan angkut lagi. Jadi 19 ribu kontainer ekspor impor antar pulau per hari," tambah Anwar.
Kondisi tanggap darurat diprediksi akan berlangsung hingga 10 hari mendatang. Menurut Anwar, pengusaha logistik hanya bisa pasrah karena tidak memiliki alternatif lain.
"Mudah-mudahan prediksinya meleset. Jangan seperti sekarang ini, nggak ada alternatif lain buat kita. Perekonomian akan lumpuh," pungkasnya.
(dnl/dnl)











































