Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang menilai, para buruh yang kerap kali turun ke jalan untuk melakukan demo, sulit untuk diajak dialog dengan cara baik-baik. Para buruh malah lebih memilih mengerahkan massa untuk melakukan demo.
"Harusnya mereka mau (diajak dialog) masa segala sesuatu harus pakai demo," tegas Sarman saat dihubungi detikFinance, Jumat (18/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apapun yang menjadi tuntutan dari pekerja, saya sebagai pengusaha itu sah, itu aspirasi, tapi dengan cara- cara yang mendidik. Mari kita duduk satu meja, lebih edukatif, ada serikat buruh, apapun permasalahannya mari kita dialogkan," tegasnya.
Sarman menuturkan dengan banyaknya demo buruh yang turun ke jalan, otomatis akan menurunkan produktivitas perusahaan. Dampaknya banyak buruh yang tak bekerja karena ikut turun ke jalan.
Ia menyesalkan demo yang dilakukan sampai anarkis, seperti melakukan sweeping ke perusahaan-perusahaan. Jika kondisi ini terus terjadi, dikhawatirkan iklim investasi di Indonesia akan terus menurun.
"Kalau buruh ini kondisinya bagus, kondusif, ini akan menjadi nilai jual kepada investor di luar. Jadi semakin kondusif mereka akan semakin tertatik untuk berinvestasi," cetusnya.
(hen/ang)











































