Setiap hari ada 10 layar bioskop baru yang dibuka di China, sejalan dengan peningkatan popularitas bisnis sinema di negara tirai bambu ini. Namun industri film China sendiri tak mampu bersaing di negerinya.
Pemasukan bisnis film box office di China tahun lalu naik 30% menjadi 17 miliar yuan (US$ 2,7 miliar) atau sekitar Rp 25,6 triliun. Ini menjadikan China sebagai pasar bisnis film terbesar kedua di dunia setelah AS.
Film-film asing terus menyerbu China sebagai salah satu pasar terbesarnya. Setengah dari total pemasukan bisnis film di China tahun lalu didapat dari 34 film asing, sementara produksi film di China tahun lalu mencapai 893 judul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Film domestik China tidak bisa dibandingkan dengan film-film Hollywood. Standar produksi dan teknologinya tidak bisa dibandingkan," lanjut Pen Kang.
Tahun lalu, China hanya menaikkan sedikit kuota film asing menjadi 35, dari tahun sebelumnya hanya 20 setelah adanya tekanan Hollywood dan World Trade Organization (WTO).
Saat ini bisnis bioskop di China dipimpin oleh perusahaan properti bernama Wanda yang telah mengakuisisi perusahaan AS yaitu AMC dengan nilai US$ 2,6 miliar.
Namun, kondisi bisnis perfilman di China juga didera oleh aksi pembajakan. Seperti film keluaran baru yaitu James Bond 'Skyfall' dan juga film 'The Hobbit' baru akan dirilis di China 2013 ini. Kedua film ini diperkirakan sepi penonton karena masyarakat telah menontonnya dari DVD bajakan.
China saat ini juga belum bisa menciptakan sebuah produk seni budaya yang mendunia seperti yang dilakukan oleh Psy dengan lagu 'Gangnam Style'. Ini juga karena adanya aturan sensor yang cukup ketat dari pemerintah Partai Komunis di negara tersebut.
(dnl/ang)










































