Tak Ada Lagi Pengiriman Boeing 787 Dreamliner Sampai 1.000% Aman

Tak Ada Lagi Pengiriman Boeing 787 Dreamliner Sampai 1.000% Aman

Wahyu Daniel - detikFinance
Senin, 21 Jan 2013 08:18 WIB
Tak Ada Lagi Pengiriman Boeing 787 Dreamliner Sampai 1.000% Aman
London - Akhirnya produsen pesawat raksasa asal AS yaitu boeing menahan pengiriman Boeing 787 Dreamliner seri terbaru kepada para pemesannya, pasca insiden pendaratan darurat yang terjadi di Jepang pekan lalu. Pemerintah AS ingin memastikan Dreamliner 1.000% aman.

Saat ini pihak regulator penerbangan AS yaitu Federal Aviaton Administration (FAA) tengah menginvestigasi masalah yang ada pada pesawat terbaru ini.

"Kami tak akan mengirimkan 787 sampai FAA menyetujui semua persyaratan karena masalah pada baterai pesawat ini," demikian pernyataan pihak Boeing seperti dikutip dari BBC, Senin (21/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun begitu, Boeing tetap melanjutkan produksi pesawat ini. Namun pesawat ini tidak akan dikirimkan sampai dapat 'lampu hijau' dari pihak FAA. Saat ini 50 pesawat Boeing 787 Dreamliner telah dilarang untuk terbang sejak pendaratan darurat Dreamliner milik All Nippon Airways (ANA) di Jepang akibat masalah pada baterai pada pekan lalu.

Pihak Sekretariat Transportasi AS yaitu Ray LaHood menyatakan, Dreamliner tidak diizinkan terbang lagi hingga otoritas penerbangan AS menyatakan Dreamliner 1.000 persen aman.

Seperti diketahui, sejak tahun lalu Dreamliner telah mengalami serangkaian kejadian. Mulai dari kebocoran bahan bakar, retaknya jendela kokpit, masalah pengereman, hingga kebakaran akibat listrik. Saat ini masalah kelistrikan pada baterai menjadi fokus penyelidikan.

Seperti diketahui, dua maskapai penerbangan terbesar Jepang yaitu Japan Airlines (JAL) serta All Nippon Airlines (ANA) telah menghentikan sementara operasi Dreamliner yang mereka miliki. Pemicunya adalah pendaratan darurat Dreamliner milik ANA di Jepang kemarin karena adanya asap di kokpit yang diduga akibat masalah kelistrikan. Di Qatar dan India, Dreamliner juga dihentikan operasinya karena sedang diselidiki masalah keamanannya.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads