Saat ini pihak regulator penerbangan AS yaitu Federal Aviaton Administration (FAA) tengah menginvestigasi masalah yang ada pada pesawat terbaru ini.
"Kami tak akan mengirimkan 787 sampai FAA menyetujui semua persyaratan karena masalah pada baterai pesawat ini," demikian pernyataan pihak Boeing seperti dikutip dari BBC, Senin (21/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Sekretariat Transportasi AS yaitu Ray LaHood menyatakan, Dreamliner tidak diizinkan terbang lagi hingga otoritas penerbangan AS menyatakan Dreamliner 1.000 persen aman.
Seperti diketahui, sejak tahun lalu Dreamliner telah mengalami serangkaian kejadian. Mulai dari kebocoran bahan bakar, retaknya jendela kokpit, masalah pengereman, hingga kebakaran akibat listrik. Saat ini masalah kelistrikan pada baterai menjadi fokus penyelidikan.
Seperti diketahui, dua maskapai penerbangan terbesar Jepang yaitu Japan Airlines (JAL) serta All Nippon Airlines (ANA) telah menghentikan sementara operasi Dreamliner yang mereka miliki. Pemicunya adalah pendaratan darurat Dreamliner milik ANA di Jepang kemarin karena adanya asap di kokpit yang diduga akibat masalah kelistrikan. Di Qatar dan India, Dreamliner juga dihentikan operasinya karena sedang diselidiki masalah keamanannya.
(dnl/ang)











































