Pengusaha Tekstil Curhat Rugi Rp 130 Miliar Akibat Banjir

Pengusaha Tekstil Curhat Rugi Rp 130 Miliar Akibat Banjir

Zulfi Suhendra - detikFinance
Senin, 21 Jan 2013 09:20 WIB
Pengusaha Tekstil Curhat Rugi Rp 130 Miliar Akibat Banjir
Jakarta - Banjir yang melanda Jabodetabek menimbulkan dampak negatif terhadap industri tekstil dan produk tekstil. Pengusaha sektor ini mengaku merugi hingga Rp 130 miliar selama 4 hari banjir.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat saat dihubungi detikFinance, Senin (21/1/2013).

"Itu kan kira-kira sudah 4 hari, kerugiannya sekitar Rp 120-130 miliar seluruhnya," ungkap Ade.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menambahkan, kerugian tersebut merupakan akumulasi dari kerugian yang dialami oleh pedagang dan pengusaha tektil. Pedagang tekstil dan produk tekstil di Jakarta banyak yang memilih tidak berdagang karena akses menuju toko sulit, ditambah beberapa toko banyak yang terendam.

"Sekarang teman-teman di pasar belum pada bekerja. Kalau nggak tokonya yang terendam, rumah mereka terendam. Di Tanah Abang ada 1-2 yang terendam, yang di bawah-bawah," terangnya.

Ade menjelaskan, pengusaha juga mengalami kerugian karena urusan logistik dan distribusi yang terhambat karena banjir yang melanda.

"Barang-barang dari Bandung ataupun Tasik (Tasikmalaya) jadi tidak terkirim, barang di gudang jadi menumpuk," jelas Ade.

Dia memperkirakan, angka kerugian tersebut masih akan bertambah, mengingat masih ada kerugian-kerugian pedagang yang belum terhitung, dan kondisi cuaca yang belum stabil.

"Ini masih akan naik, kita lihat Senin nanti. Senin ini hari beberes nasional, mudah-mudahan tidak banjir lagi," tutupnya.

(zlf/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads