Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat saat dihubungi detikFinance, Senin (21/1/2013).
"Itu kan kira-kira sudah 4 hari, kerugiannya sekitar Rp 120-130 miliar seluruhnya," ungkap Ade.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang teman-teman di pasar belum pada bekerja. Kalau nggak tokonya yang terendam, rumah mereka terendam. Di Tanah Abang ada 1-2 yang terendam, yang di bawah-bawah," terangnya.
Ade menjelaskan, pengusaha juga mengalami kerugian karena urusan logistik dan distribusi yang terhambat karena banjir yang melanda.
"Barang-barang dari Bandung ataupun Tasik (Tasikmalaya) jadi tidak terkirim, barang di gudang jadi menumpuk," jelas Ade.
Dia memperkirakan, angka kerugian tersebut masih akan bertambah, mengingat masih ada kerugian-kerugian pedagang yang belum terhitung, dan kondisi cuaca yang belum stabil.
"Ini masih akan naik, kita lihat Senin nanti. Senin ini hari beberes nasional, mudah-mudahan tidak banjir lagi," tutupnya.
(zlf/dnl)










































