Baterai menjadi isu utama investigasi dari Dreamliner. Namun regulator penerbangan AS yaitu Federal Aviation Administration menyatakan belum bisa memastikan kapan investigasi bakal selesai, sehingga pesawat teranyar Boeing ini bisa terbang kembali.
Sementara itu, saat ini Boeing telah menghentikan sementara pengiriman Dreamliner kepada customernya hingga penyelidikan selesai. Namun perusahaan asal China yang memesan pesawat ini mengeluh karena bakal terlambat mendapatkan pesawat baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adalah Hainan Airlines yang merupakan maskapai penerbangan asal China yang mengeluhkan bakal terlambat mendapatkan Dreamliner. Karena ini berarti ada keterlambatan maskapai ini dalam membuka rute penerbangan baru.
"Ini menimbulkan kekecewaan karena maskapai ini telah terlambat beberapa kali," ujar Chairman Hainan Airliner Chen Feng dikutip dari Reuters, Jumat (25/1/2013).
Pekan lalu, badan keselamatan transportasi AS mengatakan telah turun tangan menyelidiki insiden yang terjadi pada Dreamliner. Pihak regulator Jepang juga ikut serta, dan menyatakan masalah listrik menjadi penyebab insiden.
"Faktanya, ada kesalahan dalam sistem kelistrikan, ini dalam perspektif saya. Kami kesulitan untuk mencari tahu jalan keluarnya, dan penyelidikan seperti apa yang harus dilakukan," ujar Kepala badan keselamatan transportasi Jepang Norihito Goto.
Sementara Sekretaris Transportasi AS Ray LaHood menyatakan, tujuan dari penyelidikan ini adalah agar Dreamliner bisa terbang lagi dengan segera. Tapi pemerintah AS tidak ingin terburu-buru dalam memutuskan.
"Kami bekerja dengan sangat seksama bersama Boeing untuk mencari masalah dan menemukan solusinya. Tujuan kami adalah agar penyelidikan ini selesai secepat mungkin, tapi kami harus yakin bahwa masalah-masalah yang ada bisa diselesaikan sebelum kami bisa maju lebih jauh," ujar LaHood.
(dnl/dnl)











































