Ronald (30), Branch Manager CV Atlanta Fastindo Cemerlang ini mengaku, penjualannya turun hingga 12%. Dia menyebutkan, perusahaannya merugi akibat banjir yang menghantam kawasan Glodok beberapa waktu lalu.
"Kita tutup 3 hari karena banjir kemarin. Jelas rugi," kata dia saat disambangi detikFinance, di Pasar Glodok, Jakarta Barat, Jumat (25/1/13).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kerugian sehari 5 jutaan. Kita tutup 3 hari, ya sekitar Rp 15 jutaan ruginya. Kemarin banjir masuk sampai semata kaki," kata Risti.
Dia menyebutkan, biasanya omzet perusahaan mencapai angka Rp 200-300 juta setiap bulannya.
"Barang yang paling laku dinamo. Bisalah sehari jual sampai 3 unit. Harga dinamo yang kecil sekitar Rp 425 ribu. Barang-barang lain seperti pompa, geer box, pompa, kopling, genset, kompresor, geer pam, kipas buat dinamo. Tapi genset disini agak kurang karena banyak yang jual dan harganya mahal," paparnya.
Namun, dia mengaku, mulai Senin kemarin, transaksi jual-beli sudah mulai normal walaupun belum seramai biasanya.
"Senin mulai buka tapi ngga rame-rame banget, belum nutup kerugian juga," akunya.
(dru/dru)










































