"Lonjakan kebutuhan akan jeruk mandarin saya yakin meningkat tetapi di bawah 20% itu biasanya dipakai untuk sembahyang dan perayaan Hari Raya Imlek," ungkap Kafi kepada detikFinance, Jumat (25/1/2013).
Kafi menambahkan secara garis besar kebutuhan buah-buahan menjelang Imlek dirasa cukup dan terpenuhi. Menurutnya Hari Raya Imlek tidak sebesar Hari Raya Lebaran (Idul Fitri) dimana permintaan akan buah meningkat tajam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kafi juga menuturkan, efek dari adanya Imlek nantinya adalah menjamurnya jeruk mandarin asal China. Hal ini dikarenakan pada perayaan Imlek, di China sedang terjadi musim panen jeruk.
"Jadi nantinya jeruk mandarin banyak nanti anda bisa lihat. Ini karena di China sedang panen jeruk. Jadi dengan harga yang kompetitif jeruk mandarin nanti akan dijual di mana-mana," cetusnya.
(wij/dru)











































