Latih Para Pilot, Merpati Gandeng Sekolah Penerbang Singapura

Latih Para Pilot, Merpati Gandeng Sekolah Penerbang Singapura

Zulfi Suhendra - detikFinance
Senin, 28 Jan 2013 10:29 WIB
Latih Para Pilot, Merpati Gandeng Sekolah Penerbang Singapura
Jakarta - PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) menggandeng Singapore Technology Aero Academy PTE Ltd (STAA) untuk mengadakan pelatihan bagi para calon pilot Merpati. STAA merupakan perusahaan Singapura yang khusus bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan pilot pesawat terbang komersial terkemuka.

Senior Vice Presiden Corporate Secretary Merpati, Herry Saptanto mengatakan, rencana kerjasama ini adalah untuk mendukung kebutuhan Merpati yang akan memerlukan banyak pilot untuk mengoperasikan pesawat jenis Airbus A320 yang akan datang.

"STAA adalah lembaga pendidikan calon pilot yang terkemuka di Asia, telah mendapat ijin mengadakan pelatihan dan pendidikan pilot pesawat terbang dari otoritas penerbangan Eropa (JAA), Otoritas penerbangan Republik Rakyat China (CAAC) dan Repulik Singapura (CAAS) sendiri. Kerjasama ini dapat meningkatkan Image Merpati sebagai perusahaan penerbangan nasional terkemuka," kata Harry dalam siaran persnya, Senin (28/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penandatanganan nota Kesepahaman untuk kerjasama ini sendiri telah dilakukan beberapa waktu lalu antara Direktur Utama Merpati Rudi Setyopurnomo dengan Presiden STAA, Peh Teng Keng di Jakarta.

Lebih lanjut Herry menambahkan, dalam rencana kerjasama tersebut, sebanyak 150 calon pilot pesawat airbus Merpati akan mendapatkan pelatihan setiap tahunnya. Pendidikan dan pelatihan akan dibagi menjadi beberapa angkatan.

"Nantinya tenaga tenaga ahli dari STAA akan datang dari Australia maupun Singapura untuk mengadakan perekrutan langsung kepada calon taruna ataupun cadet di Indonesia. Yang terbaik tentunya yang akan terpilih," papar Herry.

Multi Crews Pilot license Program yang akan diselenggarakan bersama antara Merpati dan STAA ini sendiri memiliki 312 jam pelajaran. Calon pilot yang terpilih akan dilatih atau dididik di pusat pendidikan yang dimiliki STAA baik yang ada di Singapura maupun di Balarat Australia.

Setelah para cadet menyelesaikan semua mata kuliah maupun berbagai jenis pendidikan yang harus diikuti serta dinyatakan lulus, STAA menyerahkan para pilot tersebut ke Merpati, untuk kemudian mengoperasikan pesawat airbus A320 Merpati.

"Meskipun pendidikannya diadakan di STAA baik yang ada di Singapura maupun Australia, ijin terbang para pilot tetap akan dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia atau DGCA, Directorat General Civil Aviation," lanjutnya.

Kerjasama antara Merpati dengan STAA tidak hanya sebatas pada perekrutan dan peningkatan kemampuan pilot Airbus A320 milik Merpati, melainkan juga pada peningkatan kemampuan MMF (Merpati maintenance facility) atau fasilitas perawatan pesawat Merpati.

(zlf/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads