"Saya baru sampai kemarin Senin malam dari Jerman. Mau meminta kejelasan nasib tiket oleh Batavia Air yang sudah saya beli untuk penerbangan 6 Februari 2013 dengan tujuan Jakarta-Ambon," ungkap Lucia Haeusler kepada detikFinance di kantor Batavia, Kamis (31/1/2013).
Lucia mengaku, dirinya dipusingkan dengan masalah yang menimpa Batavia Air karena dia akan membawa 12 orang turis untuk berkunjung ke Banda Nera, Maluku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wanita ini berharap pihak Batavia Air mengganti tiket penerbangan lain dibandingkan jika diberi kompensasi penggantian uang (refund) dari pihak maskapai. Untuk pembelian tiket, Lucia mengaku sudah mengeluarkan Rp 19-20 juta untuk tiket Jakarta-Ambon pulang pergi (PP).
"Kita beli tiket itu harganya sekitar Rp 19-20 juta untuk tiket pulang pergi Jakarta-Ambon. Saya mau mengenalkan kelautan untuk turis yang saya bawa. Alasan memilih Batavia Air itu dekat dengan loket pada saat itu dan ada penerbangan malam karena kejar Pelni itu. Saya survey dan saya belum dengar berita ini langsung dari pihak Batavia Air dan baru tahu tadi pagi dari media. Saya mau diganti penerbangan saja maunya. Jangan sampai ini berpengaruh terhadap wisatawan yang ingin mengunjungi Indonesia," tegasnya.
Ratusan calon penumpang yang sudah membeli tiket Batavia Air saat ini berkumpul di Kantor Pusat Batavia Air menunggu kejelasan nasib mereka. Namun sampai berita ini diturunkan pukul 09.30 WIB, operasional kantor pusat Batavia Air masih kosong dan tutup.
(wij/dnl)











































