Kalah Bersaing dengan Apple & Sony, Philips Mundur dari Bisnis Elektronika

Kalah Bersaing dengan Apple & Sony, Philips Mundur dari Bisnis Elektronika

Herdaru Purnomo - detikFinance
Jumat, 01 Feb 2013 11:37 WIB
Kalah Bersaing dengan Apple & Sony, Philips Mundur dari Bisnis Elektronika
Foto: Getty Images
Jakarta -

Perusahaan asal Belanda, Philips Electronics terpaksa mengakhiri sejarah panjang selama 80 tahun berkecimpung di industri elektronika. Kalah bersaing dengan Apple, Samsung dan Sony, akhirnya Philips banting stir menjadi perusahaan peralatan medis.

Dikutip dari Wall Street Journal, Jumat (1/2/2013), Philips telah mengumumkan menjual sisa-sisa bisnis elektronika kepada Funai Electric asal Jepang. Philips mengalami kerugian besar di kuartal IV, terutama disebabkan oleh biaya restrukturisasi dan denda akibat permainan harga.

"Bisnis produk gaya hidup kami menggerus margin perusahaan secara keseluruhan, jadi kini saatnya untuk mundur dari produk elektronika," ujar CEO Philips, Frans van Houten.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Philips, yang sempat fokus pada produk-produk medis dan lampu, telah menjual unit usaha audio, video, multimedia, dan aksesorinya pada perusahaan asal Jepang tersebut senilai 150 juta euro (Rp 1,9 triliun) dalam bentuk tunai dan biaya lisensi brand.

Keputusan ini mengakhiri kiprah Philips selama lebih dari 80 tahun di industri produk elektronik. Philips kerap menciptakan produk inovatif, namun kurangnya investasi di sektor elektronika memaksanya menyerah. Alasan yang sama di balik mundurnya perusahaan besar Eropa lain, seperti Siemens dari Jerman dan Alcatel-Lucent dari Perancis.

Philips sebetulnya secara perlahan tapi pasti sudah berusaha mengurangi jumlah produk elektronikanya dalam beberapa tahun terakhir. Mereka pun keluar dari segmen TV dan ponsel. Namun Philips mengaku kesulitan meraih laba yang lebih besar dari sektor ini.

"Karena bisnis hiburan online sedang marak, orang-orang tak lagi membeli pemutar Blue-ray atau DVD," ujar Van Houten.

Van Houten, yang hampir dua tahun menjadi CEO Philips, telah berupaya mengubah grup tersebut menjadi perusahaan teknik yang lebih ramping dan tangkas dengan hanya berfokus pada sejumlah sektor. Selain mesin pemindai untuk rumah sakit, lampu LED, dan sistem pencahayaan – seperti yang menerangi Empire State Building di New York – Philips juga terus membuat beberapa produk elektronik seperti pencukur dan mesin pembuat kopi.

Philips kini lebih fokus di industri peralatan medis yang sangat kompetitif. Menurut Philips, penjualan di sektor perawatan kesehatan menyumbang 40% pendapatan grup di kuartal IV, sementara produk gaya hidup 26%, dan pencahayaan 32%. Sektor pencahayaan merugi sebelum dikurangi upah, bunga, dan pajak.

(dru/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads