Mantan Dirut Geram Dituding 'Wariskan' Banyak Tunggakan di Merpati

Mantan Dirut Geram Dituding 'Wariskan' Banyak Tunggakan di Merpati

- detikFinance
Minggu, 03 Feb 2013 10:51 WIB
Mantan Dirut Geram Dituding Wariskan Banyak Tunggakan di Merpati
Jakarta - Mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Sardjono Jhony Tjitrokusumo geram dituduh menunggak pembayaran komponen seperti avtur hingga sewa bandara sehingga menimbulkan beban utang yang menumpuk.

Jhony merasa Dahlan telah membohongi publik karena percaya laporan yang juga tidak benar dari Dirut Merpati saat ini Rudy Setyopurnomo.

"Dahlan Bohongi publik kalau terus terusan terima laporan bohong," kata Jhony dalam keterangannya kepada detikFinance, Minggu (3/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sarankan Dahlan turun sendiri ke Merpati dan bertemu karyawan, agar mengetahui pasti kondisinya seperti apa. Dulu kan dia (Dahlan) pernah datang dan bertemu karyawan, datang lagi dong. Tapi saya sangsi Dahlan berani lakukan itu, dia hanya berani sama orang yang tidak bisa melawan," imbuh Jhony.

Sebelumnya Dahlan Iskan mengakui kehebatan karyawan PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) yang rela gajinya dicicil bulan Februari ini. Hal ini dilakukan agar Merpati bisa membayar asuransi sebagai prasyarat izin terbang.

Pasca pergantian direksi tahun lalu, Dahlan menilai telah terjadi perbaikan yang cukup baik di internal Merpati. Merpati telah mampu membayar 3 komponen biaya yang vital yakni asuransi, avtur dan biaya bandara.

Padahal mantan bos Jawa Pos ini mengaku, sebelum Dirut Merpati dijabat Rudy Setyopurnomo, perseroan ini menunggak pembayaran 3 komponen tersebut sehingga menimbulkan beban utang yang menumpuk.

"Dahlan juga perlu melihat laporan keuangan Merpati secara utuh, agar dia bisa melihat bagaimana kondisi keuangan zaman saya dan zaman dipimpin managemen yang sekarang, orang bodoh saja tahu zaman saya semua dibayar, sewa pesawat, tagihan bandara dinegosiasikan, asuransi saya negosiasikan dan bayar, Notice of Cancelation tidak fatal seperti sekarang," tegas Jhony.

Ia juga mengatakan gaji karyawan tidak pernah dicicil seperti sekarang dan utang tidak menggunung. "Ditambah, agen-agen memiliki kepercayaan tinggi, alat produksi bertambah banyak sekali sehingga volume bisnis Merpati-pun membesar secara terkontrol," tuturnya.

"Kalau saja Dahlan orang jujur, maka permasalahan Merpati tidak perlu berlarut larut seperti ini, sederhana saja dia akui kesalahan mengangkat Rudy Setyopurnomo lalu cari pengganti yang baik dan sungguh-sungguh mengerti penerbangan, maka masalah selesai," tutup Jhony.

(dru/nia)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads