"Sampai saat ini belum ada laporan perusahaan yang tutup dan kaloaumenguntungkan dia (perusahaan) akan jalan terus," kata Direktur Utama KBN HM Sattar Taba Sattar saat berbincang dengan detikFinance di Kantor Pusat KBN Cakung Jakarta Timur, Selasa (5/2/2013).
Namun Sattar mengatakan, saat ini para perusahaan sedang menunggu langkah kebijakan seperti apa yang akan dilakukan oleh pemerintah terkait UMP. Pengusaha hanya menginginkan kenaikan UMP tidak dilakukan secara sekaligus tetapi bertahap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sattar, saat ini PT KBN mempunyai lahan seluas 620 hektar (ha). Sebanyak 180 ha di KBN Cakung 180 ha, 8 ha di Tanjung Priok, dan sisanya di KBN Marunda. Dari jumlah itu, sebanyak 250 perusahaan berdiri dan berinvestasi dengan melibatkan 105 ribu jumlah karyawan.
"Perusahaan di sini paling banyak itu padat karya yaitu garmen, tekstil dan ada juga elektronik. Namun saya katakan belum ada laporan perusahaan tutup dan PHK di Kawasan Berikat Nusantara," tandasnya.
(wij/dnl)











































