Setelah Mandala, Sandiaga Uno Ingin Beli Batavia Air?

Setelah Mandala, Sandiaga Uno Ingin Beli Batavia Air?

- detikFinance
Selasa, 05 Feb 2013 14:05 WIB
 Setelah Mandala, Sandiaga Uno Ingin Beli Batavia Air?
Jakarta - PT Saratoga Investama Sedaya baru saja menyuntik modal Mandala Airlines hingga kepemilikan sahamnya mencapai 51%. Baru terdengar kabar, Saratoga melakukan pembicaraan dengan pihak Batavia Air untuk mengakuisisi perusahaan yang tengah dirundung masalah pailit tersebut. Benarkah?

Kabar akusisi tersebut, dikuatkan oleh langkah Mandala Airlines yang langsung menampung para penumpang Batavia Air. Mandala Airlines telah membantu 1.418 penumpang Batavia melakukan booking ulang di empat rute yang ditawarkan. Mandala tercatat telah membantu penumpang Batavia Air sejak 1 Februari 2013.

CEO Saratoga Sandiaga Uno angkat bicara mengenai 'kabar burung' tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami belum melakukan pembicaraan lebih lanjut dalam hal ini," kata Sandiaga kepada detikFinance, Selasa (5/1/2013).

"Bagi kami, dan Mandala Airlines, hal yang paling penting saat ini adalah untuk mengakomodasi penumpang yang terkena dampak dari Batavia Air," tambah Sandiaga.

Menurut Sandiaga, Mandala yang menampung penumpang Batavia Air pada dasarnya mengikuti imbauan Direktur Jenderal Perhubungan Udara untuk membantu mengakomodasi para penumpang Batavia yang terkena dampak penghentian operasi.

"Pengalaman kami di Mandala Air mendidik kami untuk selalu memperhatikan penumpang yang dirugikan dengan kejadian seperti ini. Bagaimana memberikan solusi kepada penumpang Batavia menjadi prioritas kami," jelas Sandiaga.

Seperti diketahui, Maskapai Penerbangan PT Metro Batavia (Batavia Air) telah diputus pailit dan berhenti beroperasi sejak pukul 00.00 tanggal 31 Januari 2013. Meski dipailitkan, beberapa investor sudah berniat untuk menyelamatkan Batavia.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang kurator Batavia Air Andra Reinhard Pasaribu SH, di acara Konferensi Pers di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Kamis (31/1/2013).

"Dalam waktu sekarang saja sudah ada beberapa investor yang menawarkan. Tapi kami tahan dulu, karena nggak bisa langsung. Kita baru bekerja satu hari," tutur Andra.

Andra menambahkan, beberapa investor tersebut tertarik untuk membeli maskapai penerbangan ini, namun dia tidak menyebut lebih lanjut mengenai siapa investor-investor tersebut dan berapa banyaknya. "Ada swasta, dan ada yang lain," katanya.
(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads