Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan, dulu RIM selaku produsen BlackBerry berencana buka pabrik di Indonesia, namun batal akibat kondisi iklim investasi yang tak kondusif di Indonesia, seperti demo buruh.
Akhirnya, produsen BlackBerry ini memilih untuk membuka pabriknya di Kuala Lumpur, Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, Sarman meminta aksi demo yang dilakukan hari ini diharapkan berjalan tertib agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Apalagi, kata dia, selama ini demo kerap diwarnai keributan. Hal itu, berdampak pada iklim investasi di Indonesia.
"Beberapa kali disampaikan kepada buruh tolong dijaga investasi kita karena salah satu penghambat investasi adalah buruh. Kalau mau demo yang tertib tapi kalau bisa menghindari demo," ujar Sarman.
Sementara itu, Sarman mengaku pernah dua kali disandera buruh terkait kebijakan Upah Minimum Provinsi (UMP).
"Saya pernah 2 kali disandera buruh. Tahun lalu dalam hal UMP, mereka memaksakan angka, kita disandera tidak boleh keluar. Harusnya pengusaha dan buruh itu saling bersinergi. Pengusaha tanpa butuh tidak berjalan, buruh tanpa pengusaha tidak jalan. Tidak ada pengusaha yang tidak menginginkan buruhnya sejahtera. Tapi kalau kenaikan upahnya sampai 44 persen itu kebablasan," tandasnya.
(dnl/dnl)










































