"Sebagai bagian dari usaha kami untuk mencari penyebab dari insiden terbakarnya baterai 787, maka FAA akan mengizinkan Boeing melakukan uji terbang 787 untuk mendapatkan data tambahan," kata FAA dalam pernyataan yang dikutip dari AFP, Jumat (8/2/2013).
"Uji terbang ini akan sangat penting, sehingga bisa dipastikan apakah pesawat ini aman untuk diterbangkan kembali dan menjamin keselamatan penumpang," imbuh FAA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, saat ini semua regulator penerbangan di dunia telah menghentikan operasi dari 50 Dreamliner di seluruh dunia karena peristiwa percikan api pada Dreamliner milik Japan Airlines pada 7 Januari 2013, dan peristiwa asap yang memicu pendaratan darurat pada Dreamliner milik All Nippon Airlines (ANA) pada 16 Januari 2013 lalu.
Awalnya Dreamliner didesain secara ambisius oleh Boeing. Pesawat ini dirancang hemat energi dan berkapasitas besar.
Masalah Dreamliner selama ini menurut pabrikan pesawat asal AS tersebut terletak pada baterai atau aki pesawat.
(dnl/dnl)











































